Sakaratul Maut

Cepat atau lambat kita akan menghadapi yang namanya kematian . Umur,waktu, tempat dan bagaimana kita akan mati sudah ditetapkan oleh Allah . Ajal kita tidak bisa dimajukan atau di mundurkan karena sudah dicatat oleh Allah didalam kitab Luh Mahfuz. Manusia hanya diberikan satu pilihan yaitu berdoa kepadanya dari  qada dan qodarnya Allah .Perkara di kabulkan atau tidaknya permohonan kita , itu menjadi kehendak Allah.S.W.T . Maka perbanyaklah berzikir kepada Allah baik di waktu pagi maupun petang, baik sendiri – sendiri maupun berjamaah karena ALLAH sudah berfirman “Barang siapa yang mengingatku didalam hatinya,maka aku akan mengingatku dalam diriku,dan barang siapa yang mengingatku dalam kelompok, maka aku akan mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari padanya ( para malaikat )…  Sebaik-baik  nasihat adalah mengingat kematian.  Siksa Neraka dan Nikmat Surga pasti akan datang, maka banyak-banyaklah berzikir mengucapkan kalimat “LAA ILAA HA ILLAH” sebelum sakaratul maut menjemput kita.

Kalimat ini diucapkan bukan kepada orang yang sedang sakaratul maut, tetapi kepada kita yang akan menghadapi sakaratul maut.  Karena setan-setan akan menggoda kita disaat sakaratul maut, agar matinya seorang hamba Allah ini menjadi “SUULKHOTIMAH”, yang akan menjadi temannya di Neraka kelak pada Hari Kiamat.

Hadith Rasulullah S.A.W. menerangkan: “Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari tipuan syaitan diwaktu sakaratul maut. “

Orang yang semasa hidupnya tidak pernah berzikir LAA ILAA HA ILLAH  sangat mustahil pada saat sakaratul maut bisa mengucapkan kalimat ini, yang ada pada saat itu lidah kelu dan keras tak ada bandingannya.  Ibarat kata pepatah bisa karena biasa, orang yang  tidak pernah berlatih  ilmu  bela diri sangat mustahil bisa menang dalam pertandingan bela diri. Begitupun dengan zikir harus dilatih setiap saat sehabis solat fardu.  Pengertian zikir disini bukan asal zikir, tapi zikir yang dilandasi dengan penuh keikhlasan dan keimanan kepada ALLAH . SWT.

Maka perbanyaklah zikir ini dengan mendawamkannya sehabis sholat fardu sebanyak-banyaknya, agar kita dimudahkan pada saat sakaratul maut seperti yang disabdakan oleh Rosulullah SAW, “BARANG SIAPA YANG MATINYA  MENGUCAPKAN KALIMAT LAA ILAAA HA ILAAH PASTI MASUK SURGA”.

Wallahu Alam Bishawab

Siksa Kubur

Dari Rasulullah Saw. diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit dalam Shahih Muslim ketika Nabi Saw. berada di sebidang kebun Bani Najjar mengendarai keledai, kami ada bersama beliau. Tiba-tiba keledai itu membelok sehingga beliau hampir terjatuh. Kiranya di sana terdapat empat atau enam kuburan.

Beliau bertanya,” Siapakah di antara kalian yang tahu, kuburan-kuburan siapakah ini?” Seorang laki-laki menjawab,”Aku.”, “Kapankah mereka meninggal?”, Tanya beliau lagi. “Mereka mati ketika masih dalam kemusyrikan”. Kemudian beliau bersabda, “ Mereka sedang disiksa dalam kubur. Seandainya aku tidak khawatir kamu semua akan takut menguburkan mayat karena itu, niscaya akan kumohonkan kepada Allah Ta’ala supaya Dia memperdengarkan kepadamu sekalian bagaimana dahsyatnya siksa kubur seperti yang terdengar olehku.”
Kemudian beliau hadapkan wajahnya kepada kami seraya bersabda,” Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksa neraka.” Kata para sahabat,” Kami berlindung kepada Allah dari siksa neraka.” Sabda beliau, “ Berlindunglah kamu sekalian kepada Allah dari siksa kubur.” Kata para sahabat,” Kami berlindung kepada Allah dari siksa kubur.” Sabda beliau, “ Berlindunglah kamu sekalian kepada Allah dari fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.” Kata para sahabat,” Kami berlindung kepada Allah dari fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.” Sabda beliau,” Berlindunglah kamu semua dari fitnah (bencana) Dajjal.” Kata para sahabat,” Kami berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal.”
(HR. Muslim No. 2444)

Lanjutkan..

Wallahu Alam Bishawab

Dosa Selain Syirik Akan Diampuni

Dari Anas radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً [رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Allah ta’ala telah berfirman: “Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dosamu). Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa seisi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula”.

[HR. Tirmidzi, Hadits hasan shahih]

Dari hadist diatas menerangkan bahwa Allah  menunjukan kepada hambanya janganlah sekali – sekali untuk menyekutukannya yaitu dengan cara menduakan Allah misalnya dengan memuja setan, pergi ke dukun, pecaya pada batu – batuan , keris – keris  atau benda – benda lain yang di anggap sebagai sandaran untuk meminta pertolongan. jika ternyata  hambanya  menyekutukan Allah maka Azab api neraka  akan membakar hambanya tersebut, karena ALLAH. SWT. tidak akan pernah mengampuni perbuatan itu.

Pada zaman sekarang ini sudah begitu banyak orang mempercayai suatu benda sampai pada tingkat men-tuhankan, Banyak orang pergi kekuburan atau pergi ke dukun  hanya untuk meminta pertolongan padahal, tempat untuk meminta pertolongan adalah hanya ALLAH . Orang sudah mati hanya bisa untuk di doakan bukan untuk diminta, Karena orang yang mati tersebut belum tentu juga di terima amalnya disisi ALLAH maka itulah yang di sebut  Syirik  atau menduakan tuhan.  Dalam Al-Quran  pada surat Al-Fatihah ayat 5 Allah berfirman :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Hamba ALLAH bukan tidak boleh untuk memiliki benda, seperti keris,batu – batu atau lainnya. Tapi kalau hanya sekedar untuk hoby tidak masalah, yang akan jadi masyalah adalah ketika benda tersebut  di jadikan untuk  di minta pertolongan dalam hidup. Maka sebelum malaikat pencabut nyawa  menghampiri kita, segera buang kepercayaan pada benda atau pada  dukun tersebut. Kemudian jalani hidup sehari  – hari dengan penuh ketakwaan pada ALLAH, Hanya kepadanya sajalah tempat kita bergantung dan meminta pertolngan.

Dan untuk  hamba Allah yang hidupnya bergelimang dosa, misalnya  masih berjudi,mabuk – mabukan , tidak pernah solat, tidak pernah puasa romadhon ,berjinah, masih suka menganiyaya orang, masih suka nidurin istri orang, menggunjing, mengupat, mengambil uang rakyat, dengki , ujub, ria dan sombong segeralah bertobat sebelum sekaratul maut menjemput kita. jika sudah mati dan berada di alam kubur pintu tobat sudah ditutup rapat yang ada hanya azab siksa kubur, percuma saja meminta ampun pada Allah jika sudah mati.

Sekarang bagaimana cara bertobat untuk yang suka mengambil uang rakyat dan bagaimana cara bertobat untuk yang masih ber-urusan dengan manusia. Untuk yang suka mengambil uang rakyat  cara bertonya adalah kembalikan dulu uang hasil curianya itu kepada yang berhak ( Negara ), baru kemudian bertobat kepada ALLAH.SWT.

Dan yang masih ber-urusan dengan manusia misalnya menyakiti hati orang , menganiyaya  orang, menghutang tidak dibayar dll.  Cara bertobatnya adalah  datangi orang tersebut kemudian minta maaf dan bila berhutang, bayar dulu hutangnya kemudian bertobat kepada ALLAH.

Wallahu Alam Bishawab.

 

Kebersamaan dalam Islam

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Jika kita menyimak dari ayat tersebut yaitu ayat dari surat Al-Fatihah adalah bahwa manusia sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna diminta oleh Allah untuk berdoa  kepadanya, meminta pertolongan kepadanya  agar hambanya mendapat jalan lurus bukan jalan yang sesat.

Allah sudah memberitahu kepada kita bahwa hidup di dunia ini banyak cobaan yang harus di hadapi oleh manusia karena pasti ada saja cobaan menghadang ,terutama cobaan yang menggangu atau menyesatkan  keimanan .

Banyak cara Setan mengganggu keimanan  seseorang ,bisa berupa media dakwah yang masuk ke dalam tubuh seorang ulama atau ustazd dengan dalih  mengarahkan umat islam kedalam ajaran yang benar padahal, di sisi lain malah menghancurkan persatuan dan kesatuan umat islam dengan dalih hadish lemah dan hadish kuat, Maulid bid’ah, zikir berjamaah bid’ah, Nispu sa’ban bid’ah, Tahlilan bid’ah dan masih banyak lagi yang terlontar dari seorang ustad atau ulama.

Padahal surga itu urusan ALLAH dan Neraka juga urusan ALLAH bukan urusan ustazd atau ulama yang akan memasukan kita kedalam Surga atau Neraka. Hamba Allah yang masuk Surga juga bukan kerena semata amalan – amalan  seseorang tapi juga karena Rahmat dan rido Allah.

Allah hanya menyuruh hambanya  menyembah kepada Allah bukan kepada yang lain. Allah tidak menyuruh kepada hambanya untuk menghancurkan dan saling menjelekan sesama hambanya tapi justu Allah menyuruh kepada kita hidup berdampingan dan saling harga – menghargai.

mengingat Surat Al-Maidah yang artinya :

“Hendaklah tolong menolong dengan sesama dalam melaksanakan kebajikan dan ketaqwaan dengan sungguh-sungguh terhadap agama maupun negara, sebaliknya janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan terhadap perintah agama maupun negara”.

Maksudnya jangan terjadi perselisihan, wajiblah kita hidup rukun dan damai, saling harga menghargai, tetapi janganlah sekali-kali ikut campur.

kalau-kalau kita terkena firman-Nya “Adzabun Alim”, yang berarti duka-nestapa untuk selama-lamanya dari dunia sampai dengan akhirat (badan payah hati susah)
“ Hendaklah kita bersikap budiman, tertib dan damai, andaikan tidak demikian, pasti sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”. Karena yang menyebabkan penderitaan diri pribadi itu adalah akibat dari amal perbuatan diri sendiri.
Dalam surat An-Nahli ayat 112 diterangkan bahwa :

“Tuhan yang Maha Esa telah memberikan contoh, yakni tempat maupun kampung, desa maupun negara yang dahulunya aman dan tenteram, gemah ripah loh jinawi, namun penduduknya/penghuninya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka lalu berkecamuklah bencana kelaparan, penderitaan dan ketakutan yang disebabkan sikap dan perbuatan mereka sendiri”.

Janganlah terpaut oleh bujukan nafsu, terpengaruh oleh godaan setan, waspadalah akan jalan penyelewengan terhadap perintah agama maupun negara, agar dapat meneliti diri, kalau kalau tertarik oleh bisikan iblis yang selalu menyelinap dalam hati sanubari kita.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:

 

أَنَّ بَنِي إِسْرَائِيل تَفَرَّقَتْ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَة , وَإِنَّ أُمَّتِي سَتَفْتَرِقُ عَلَى اِثْنَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَة , كُلّهَا فِي النَّار إِلَّا وَاحِدَة قَالَ : وَهِيَ الْجَمَاعَة

فإن بنى إسرائيل افترقوا على إحدى وسبعين فرقة والنصارى على اثنتين وسبعين فرقة وإن أمتى ستفترق على ثلاث وسبعين فرقة كلها على الضلالة إلا السواد الأعظم من كان على ما أنا عليه

Yahudi terpecah menjadi 71 firqah, nasrani terpecah seperti itu juga. Sedangkan umatku terpecah menjadi 73 firqah.

Dari hadist diatas sekarang sudah terbukti,  dari islam sendiri semuanya mengaku benar dan mengaku juga dari Ahlusunnah wal jamaah dan sama- sama mengaku yang menegakkan / menghidupkan sunnah Rosul tapi saling serang . Padahal disisi lain perzinahan dimana – mana , pembunuhan di mana – mana ,kemiskinan dimana – mana, korupsi dimana – mana, maksiat dimana – mana dan semuanya mayoritas dilakukan oleh umat Rosullah .S AW. Bukanya  ini tugas para ustazd atau ulama yang harus meluruskan mereka,  bukanya ngeributin Bid’ah, Pondasi umat dulu lurusin baru bicara Bid’ah. Umat islam di kita ini sedang mangalami kebingungan dan kebimbangan. Sholat aja masih bingung dia . bagaimana yang bid’ah dan bukan bid’ah, ahirnya dia malah pilih yang ngga shalat . Kalau sudah begini siapa yang salah ?… Ustazd,Ulama, Umat atau Umaro?…Bukankah  semua bermula dari shalat, kalo shalatnya baik maka akan baik juga semuanya.

Semoga kita termasuk orang orang yang di cintai oleh ALLAH.SWT …Amin

Wallahu Alam Bishawab.

Puasa


 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan bagi orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa” [Al Baqarah:183]

Diriwayatkan dari Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk seorangpun kecuali mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya” [Bukhari-Muslim].

Sungguh sangat berbahagia bagi umat Muslim yang taat kepada ALLAH dan Rosulnya. Didunianya saja orang muslim yang taat kepadanya, hidupnya tidak akan disengsarakan atau dihinakan oleh oleh ALLAH .SWT. Lebih – lebih kepada Muslim yang selalu perpuasa, baik puasa wajib maupun puasa sunah. Allah sendiri sudah menempatkan posisi kaum muslim yang taat berpuasa dengan penuh ikhlas akan memasukannya kedalam surga  Ar-Rayyan.Yaitu Surga yang di khususkan buat muslim yang  senang berpuasa.

Semoga kita semua diberikan kemudahan dalam berpuasa oleh ALLAH.SWT. Amin

Hari Pembalasan

Allah SWT berfirman dalam  Al- Qur’an surat Al- Fatihah ayat 4 : مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ yang artinya : ” Yang menguasai hari pembalasan ” . Pada hari kiamat nanti, manusia akan di kumpulkan di suatu tempat yang di sebut dengan Padang Mak’sar. Pada hari itu manusia tidak akan di rugikan sedikitpun amalnya sewaktu hidup di dunia, baik atau buruk perbuatan kita sewaktu hidup, bakal ada ganjarannya  yang akan kita terima, walaupun hanya sebutir kerikil.

Amal perbuatan kita akan di timbang oleh ALLAH, mana yang lebih berat timbangan amal perbuatannya. Jika timbangan kita lebih berat ke arah kebaikan maka kita akan di balas oleh ALLAH dengan memasukan kita kedalam Surga. Jika amal perbuatan kita lebih condong ke arah keburukan maka Allah akan membalas amal kita pintu Neraka.

Allah memberikan pilihan pada kita, apakah ingin masuk surga atau neraka jika kita mati nanti. Karena kita tidak mungkin menghindar dari kematian .Kemanapun kita lari, malaikat pencabut Nyawa akan memburu kita walupun kita lari kedasar laut yang di bentengi oleh perisai yang terbuat dari benteng anti rudal sekalipun.

Pada hari pembalasan manusia akan di siksa menurut kadar perbuatannya dan memasukan ke dalam Surga menurut kadar perbuatannya pula. Karena Surga dan neraka juga ada tingkatan- tingkatannya. Allah tidak mungkin memasukan kita kedalam Surga Firdaus jika amal perbuatan kita sewaktu di dunia tidak menunjukan amalan menuju kesana. Surga yang kita akan tempati nanti tidak mungkin setingkat dengan para nabi atau para wali. Begitupun jika kita masuk Neraka, Allah tidak mungkin memasukan kita kedalam Neraka Jahanam kalau  perbuatan kita tidak mengarah kesana, karena neraka juga ada tingkat – tingkatanya. Neraka yang kita tempati nanti tidak mungkin setingkat dengan raja fir’aun atau Iblis.  Karena serendah – rendahnya siksa adalah jika kita memakai sendal neraka yang berbergolak di ubun – ubun kepala kita. Jadi sangat mustahil  jika setingkat Abu jahal di siksa hanya memakai sendal neraka. Wallahu Alam Bishawab.

Semoga  Allah SWT. Memasukan kita dalam  golongan orang – orang sholeh. Amin.


Akhir Dunia

Dunia ini fatamorgana karena pada suatu saat nanti dunia ini akan hancur lebur berserta isinya, baik yang berada di daratan maupun di lautan. kehancuran dunia ini bukan juga sebab akibat perbuatan manusia , akan tetapi memang sudah waktunya bumi ini hancur atas kehendak ALLAH .SWT seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat  Al Zalzalah  ayat 1-5 : ” 1- Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), 2- dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, 3- dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”, 4- pada hari itu bumi menceritakan beritanya, 5- karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya”.

Jadi sangat jelas dunia ini bakal hancur alias kiamat. Tapi terkadang kita sebagai ciptaanya suka lalai menjalankan perintah ALLAH, suka meninggalkan shalat,tidah pernah puasa di bulan Rhamadhon dan tidak pernah menunaikan zakat. Dan kita juga tahu bahwa kematian itu akan datang , entah kapan , hanya yang maha kuasa yang tahu kapan kita mati,dimana kita mati dan bagimana kita akan mati. mudah mudah – mudahan kita semua diberikan kemudahan mengucapkan kalimat LAA ILAA HA ILLAH ketika menjelang sakaratul maut.Karena Allah menjamin, barang siapa yang  mengucapkan kalimat tersebut di jamin 100 % masuk surga.

Dan kiamat besar pasti terjadi dan itu janji ALLAH .SWT. Dalama Al -Qur’anurkarim dalam surat : 1- Hari Kiamat, 2- apakah hari Kiamat itu? 3- Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? 4- Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, 5- dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Al Qori’ah 1-5)

Wallahu Alam Bishawab