Setiap orang yang beriman, kepada ALLAH, hendaknya jangan sampai suka memperlihatkan sikap tidak baik,merasa diri kita lebih mulia dari orang lain,menghina orang lain,mencari aib orang lain,menggunjing orang lain.
Allah taala berfirman : “ Wahai orang – orang yang beriman jangan suka menghina segolongan di antara kamu kepada golongan lainnya, siapa tahu lebih baik yang dihina dari pada yang menghina”.
Dari firman ALLAH tersebut di atas kita hendaknya selalu berhati – hati dalam berbicara . Kata – kata yang keluar dari mulut kita terkadang tidak di kontrol dahulu sebelum bicara dan anehnya banyak juga di lakukan oleh para ustad lewat dakwahnya dengan menyerang suatu golongan tertentu sesama muslim.
Padahal tidak semua ucapan yang di lontarkan oleh para ustad itu juga benar semua, apa yang di ucapkannya kadang bunyi hadistnya benar tapi tafsirannya salah. Dan para ustad juga seorang publik figur yang harus berhati – hati dalam berdakwah karena akan membuat resah masyarakat bila tidak sesuai dengan apa yang di sampaikannya kepada orang lain.
Contohnya Ada beberapa ustad yang mengatakan dalam dakwahnya bahwa mensyiarkan Maulid nabi itu Bid’ah karena tidak tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah . Padahal dalam hadist nabi tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa Maulid nabi itu bid’ah. Dari sini saja Si ustad sudah salah menyampaikan dakwahnya. Dan harus di ketahui oleh para ustad itu bahwa Para ulama dan masyarakatnya yang mensyiarkan Maulid nabi itu bukan juga orang – orang bodoh yg baru belajar dalam ilmu agamanya, mereka itu orang – orang pintar baik dari segi pendalaman Al-Qur’an maupun hadist nabi Muhammad S.A.W.
Penyampaian dakwah yang tepat adalah tidak menyerang golongan manapun, merasa dirinya saja yang benar, padahal yang benar menurutnya belum tentu juga benar menurut ALLAH.S.W.T. Penyampaian dakwah yang benar adalah mengajak orang yang tadinya tidak solat ikut jadi solat, yang tadinya jahat menjadi tobat, yang tadinya kafir jadi masuk islam , itu penyampaian dakwah yang benar…Bukan menyerang melulu kerjaannya.
Bukan cerita bohong bahwa ternyata di dalam neraka jahanam juga terdapat orang – orang yang suka dakwah tapi menyesatkan umat. Jadi bukan saja yang suka berjudi, mabuk-mabukan,berjina yang akan masuk neraka Jahanam tapi juga para ustad yang menyampaikan dakwahnya menyesatkan dan mengadu domba sesama muslim.
Padahal kalau kita mau meneliti diri banyak sekali sifat – sifat tercela itu yang menempel di badan kita yang harus kita singkirkan dan kita buang jauh – jauh, karena penyakit ini yang akan mengakibatkan badan kita sengsara dunia maupun akhirat . Janganlah kita mencari – cari keburukan orang lain sementara penyakit yang ada pada hati kita masih banyak kotorannya. Janganlah mengaku hanya diri kitalah yang benar, karena itu adalah sebuah kesombongan yang luar biasa di hadapan ALLAH.
Dari pada kita mencari – cari kesalahan orang lain, lebih baik kita banyak – banyak berzikir kepada ALLAH. Perbanyaklah mengingat kematian karena itu akan membuat kita jadi takut akan hukuman ALLAH . Berdoalah kepadanya agar kita di jauhkan dari kematian yang suulkhotimah . Karena kita hidup dunia ini bukan hanya sekedar makan dan minum tapi yang lebih utamanya adalah beribadah kepada ALLAH. Seperti dalam firmannya dalam surat Adz Dzariyat ayat 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون
“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.”
Ingatlah hidup kita ini bukan hanya sekedar makan dan minum
Tapi ingatlah bahwa dunia juga akan berakhir dan semua umat manusia dari zaman nabi Adam sampai nabi Muhammad .S.A.W akan di bangkitkan pada hari Kiamat dan diminta pertanggung jawaban atas apa yang telah di perbuatnya.
Wallahu Alam Bishawab.






![Syndicate this site using RSS [x]](http://bendabertuah.com/wp-content/themes/mad-meg/images/rss.png)